advertisement

Sharing Pengalaman Memakai Domain .My.Id

Daftar Isi
Sharing Pengalaman Memakai Domain .My.Id

Saya dulu adalah pengguna domain my.id. Alamat website saya sebelum belajars.com adalah bukuin.my.id. Saya membeli domain ini pada bulan November 2023 di situs ternama niagahoster. 

Sebelum saya memutuskan membeli domain ini saya mempertimbangkan domain lain seperti .com, .id, dan juga .me. Domain .me saya temukan di toko oren yang menjualnya dengan harga murah. Saya sempat tergiur. Setelah saya cek di website penyedia domain. Ternyata harga domain .me untuk memperpanjangnya cukup mahal, pun domain ini tidak terkenal. Sehingga potensi pengunjungnya akan jarang. 

Sedangkan domain .com menjadi domain yang banyak diulas di banyak website. Banyak yang merekomendasikan namun juga ada yang memberikan warning kepada pembaca agar hati-hati dengan domian ini. Karena banyak sekali hacker yang mengincar website dengan domain .com . saya mulai ragu. 

Domain yang terakhir yang menjadi playlist saya dalah domain .id. yang merupaka domain keluaran lokal. Domain .id di kelola oleh PANDI  (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) adalah Registri Nama Domain Tingkat Tinggi Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dengan Surat Keputusan nomor 806 tahun 2014. Domain ini banyak digunakan oleh situs situs ternama. Sugeng.id, s.id, niagahoster.co.id, dan situs situs pemerintahan indonesia. Bahkan untuk domain .desa.id dibebaskan biaya dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi. 

Dilihat dalam segi filosofi .id memberikan identitas inisial Indonesia. Walaupun sebenarnya .id memiliki singkatan international domian. Namun, jika kita baca sekilas .id seperti singkatan indonesia. Domian .id menurut saya sangat bagus. Dalam hal apapun itu. Sayangnya, harga domain TLD .id lebih tinggi dari pada domain .com. Akhirnya rencana awal saya pupus. 

Pada akhirnya saya bertemu dengan.my.id. dan membelinya di niagahoster.co.id. 

Alasan Memilih Domain my.id

Sebenarnya domain turunan dari domain .id. selain .my.id ada banyak, diantaranya .web.id, go.id, .ac.id, .co.id, sch.id, dan sebagainya. Namun saya lebih memilih domain ini karena beberapa alasan. Dinatranya sebagai berikut :

1. Murah 

Domain my.id memiliki harga yang sangat murah. Hanya berkisar 20 ribuan saja. Dibanding dengan domain lainnya yang berkisar harga 100 ribuan, maka my.id 5x lipat lebih murah. 

2. Bertemu Website My.Id

Sebelum saya memutuskan membeli domain ini, saya bertemu dengan website yang sama memakai domain my.id. Yaitu Zakiy.my.id yang telah beroprasi lebih dari 5 tahun. karena website ini sudah berdiri sejak lama sekali dan saya cek ternyata semua artikelnya cepat diindex google, saya menjadi lebih mantap membeli domain my.id

3. Identitas Lokal

Karena "my” adalah singkatan dari “myself” atau "saya sendiri", sedangkan “id” merujuk pada Indonesia. Jadi, domain my.id bisa diartikan menjadi “milik saya sendiri di Indonesia”. Uwu.. sepertinya keren.

4. Ketersedianan Alamat Domain 

Satu lagi yang pada akhirnya saya memutuskan untuk beli domain ini adalah karena alamat yang saya inginkan masih tersedia. Hal ini karena ketersediaan nama pada domain my.id masih sangat banyak, mengingat domai ini tidak sepopuler .com.

Kekurangan Domain my.id

Adapun kekurangan domain ini sebenarnya tetap saja ada. Beberapa kasus domain my.id ini mungkin tidak semua pengguna mengalaminya. Hanya pengguna baru yang membeli domain ini saat turun harga. Masalah tersebut saya mengalaminya sendiri. 

Berikut ini saya sharing pengalaman tersebut. 

1. Terjadi Kesalahan Pengalihan 

Jika saat penyesuaian DNS telah memasukkan Record baru 216.239.32.21, 216.239.34.21, 216.239.36.21, dan 216.239.38.21 dan sesuai panduan maka website akan bisa diakses dengan lancar. Termasuk mengakses tanpa menggunakan www. Namun nyatanya ketika saya mengakses situs ternyata tidak bisa diakses saya (bahkan setelah propagasi selesai, sampai sekarang), malah justru masuk ke situs penyedia domainnya. Hal ini terjadi jika browser yang dipakai belum pernah mengakses situs saya. Sehingga belum mendapatkan cookie. Ntah, ini hanya berlaku pada domain my.id saja atau juga yang lainnya. 

2. Peta Situs Tidak Berfungsi 

Yang kedua, ketika menambahkan peta situs ke Google console. Situs saya ternyata ada masalah yaitu tidak bisa menambahkan peta situs. Sitemap.xml. Jika berhasil maka peta situs akan memberikan keterangan “Sukses”, namun pada website saya my.id keterangannya adalah “Tidak dapat mengambil peta situs”. 

Sedangkan website saya yang memakai domain .blogspot.com sukses mengambil peta situs. 

Dengan kemudahan registrasi dan harga yang terjangkau, domain .my.id ini memang menjadi pilihan menarik bagi para blogger untuk memabngun blog mereka. Namun saat ini domain tersebut sepertinya mulai usang. Banyak blogger yang menggunaka domain ini untuk spam, dan eksperimen. Mungkin saja alasan tersebut yang menjadikan domain .my.id memiliki masalah diatas. 

Berbeda jika domain ini telah dimiliki sejak lama. Seperti website zakiy.my.id domain ini masih sangat suport. Harga yang diterapkan juga berbeda, dulu domain ini dipasarkan dengan harga 50ribuaan. Jika sekarang harganya merosot dikisaran 20 ribuan bahkan ada yang membandrol dengan harga 10ribuan. 

Cukup sekian, sharing saya mengenai domain my.id ini. Jika kamu sama pengmguna doman ini dan memiliki pengalaman yang berbeda, bisa sharing dikomentar. 

Selamat ngeblog.

4 komentar

Comment Author Avatar
Anonim
1 Mei 2024 pukul 21.34 Hapus
Poin 2 menurut saya cukup berpengaruh, apalagi dengan errornya sitemap. Kalau dibandingkan dengan domain com juga domain my id cukup sulit terindex.

Tapi ada cara yang mungkin jarang orang tahu, biar cepat terindex untuk semua domain tinggal tambahkan ?m=1 di akhiran url artikel saat akan di inspect di search console.

Hehe maaf curhat.
Comment Author Avatar
4 Mei 2024 pukul 17.48 Hapus
Benar kak, salah satu cara mengatasinya dengan cara tersebut. Seperti pada pembahasan  artikel saya yang lain
Comment Author Avatar
Anonim
4 Mei 2024 pukul 22.56 Hapus
Izin tanya mas, sebelumnya kan mas pakai my id sebelum ganti ke com, kalau blh tahu, dari sisi cepatnya terindex, apa ada perbedaan antara com dan my id yang mas rasakan?
Comment Author Avatar
5 Mei 2024 pukul 03.46 Hapus
Menurut pengalaman pribadi saya, baik domain my.id atau .com, setelah pertama kali didaftarkan ke google console keduanya sama-sama bisa langsung terindeks di mesin pencari, kak. Tanpa harus pakai tambahan ?m=1.

Setelah itu nanti tiap artikel beda-beda lama pengindeksannya ada yang cepat ada yang lama atau bahkan ada yang tidak muncul setelah berhari-hari. Kalau ada kasus seperti itu baru saya pakai kode ?m=1. Saat di domain .com beberapa artikel saya juga ada yang belum keindeks.

Namun yang pasti, cepat atau lambatnya artikel terindeks itu bisa karena jumlah visitornya kak.
advertisement